Larangan Judi Online di Beberapa Negara

Larangan Judi Online di Beberapa Negara menjadi saksi sejarah, susahnya judi dihilangkan dari muka bumi. Kegiatan yang semula berupa ritual keagaan ini lama kelamaan berubah menjadi permaian dengan imbalan.

Perjudian terus mengalami perubahan cara dan sistem permaian, sesuai dengan perkembangan zaman saat itu. Satu hal yang tetap sama, pemain judi mengharapkan untung yang besar tanpa perlu bekerja keras.

Perkembangan teknologi juga berpengaruh pada permainan judi. Jika dahulu para pemain judi berkumpul bersama pada sebuah tempat tertentu lalu mempertaruhkan miliknya dalam permainan yang di atur oleh bandar.

Kini permaian judi bisa dilakukan melalui media online. bandar dan pemain mungkin tidak pernah bertemu di dunia nyata. Hanya bertemu di dunia maya dan saling bertransaksi pada nomor  rekening tertentu.

Sejarah Larangan Judi Online telah dimulai sejak akhir tahun Sembilan puluhan. Seiring berkembangnya teknologi internet pada tahun Sembilan puluhan. Permaian judi online pun mulai diperkenalkan.

Pada awal tahun Sembilan puluhan permaian judi via online menjadi permaian yang banyak digemari. Situs-situs perjudian berkedok permaian ketangkasan mulai banyak ditemukan di dunia maya.

Aplikasi yang bisa diunduh siapa saja membuat permaian ini cepat berkembang. Jika pada awal tahun Sembilan puluhan hanya ada lima belas situs judi online, bertambah dengan cepat hingga berjumlah lebih dari dua ratus situs.

Bahkan pada akhir tahun 1998, keuntungan yang dihasilkan dari permaian judi online melebihi delapan ratus tiga puluh juta dolar Amerika. Sebuah nilai yang fantastis untuk pengelola judi online.

Karena banyaknya pihak yang merasa dirugikan pada permaian ketangkasan online ini, maka pada tahun 1999 Amerika Serikat mengeluarkan Larangan Judi Online yang pertama kalinya di dunia.

Larangan berjudi ini dikenal dengan Internat Gambling Probition Act atau Larangan Perjudian Internet. Sejak saat itu perjudian secara online mulai diatur dalam peraturan perundang-undangan tertentu.

Pemilik situs perjudian online tidak bisa lagi menawarkan Perrmainan judi bandarqq pada setiap orang yang dikehendaki. Ada syarat dan ketentuan khusus yang harus dipenuhi jika ingin menyelenggarakan perjudian, termasuk pemilihan pemain.

Tidak mudah menerapkan peraturan ini. Berbagai hambatan dan tantangan datang dari berbagai pihak, terutama pemilik situs perjudian. Meskipun demikian perjudian secara online semakin terbatas pergerakannya.

Pemerintah Autralia mengeluarkan Larangan Judi Online pada tahun dua ribuan. Australia mengeluarkan peraturan perjudian online melalui sebuah sistem Interacive Gambling Moratorium Act.

Disini diatur bahawa kasino yang tidak berlisensi tidak diperkenankan menjalankan perjudian online dari Australia. Lasserter Online menjadi satu-satunya bandar perjudian online berlisensi yang beroprasional di negara itu.

Peraturan tegas lainnya adalah bandar judi online ini tidak dibenarkan menerima taruhan dari warga Australia. Mereka hanya boleh beroprasional di negara itu. Sebuah cara melindungi rakyatnya dari kecanduan judi online.

Meskipun demikian pertumbuhan judi online semakain pesat, bahkan keuntungan yang dihasilkan melebihi delapan juta dolar. Hal ini juga diikuti makin meningkatnya tuntutan dan gugatan pada kegiatan perjudian onlie.

Singapura menjadi salah satu negara yang mengelurakan Larangan Judi Online. dalam undang-undang perjudian jarak jauh ini akan diatur situs-situs yang menyelenggarakan perjudian dari luar negri.

Ini dilakukan untuk melindungi pihak-pihak yang rentan dimanfaatkan oleh perjudian. Peraturan ini juga melindungi generasi muda dari bahaya kecanduan judi online. sehingga ketertiban dan penegakkan hukum bisa dilakukan.

Pemerintah Negara Singapura memiliki akses seluas-luasnya untuk memblokir akses pada situs perjudian online. bukan hanya itu pemerintah juga dapat memblokir transaksi elektronik antara operator dan penyelenggara situs judi online.

Warga negara singapura yang masih melakukan penjudian secara online pada situs perjudian luar negri akan mendapatkan sangsi. Hukuman yang diberikan bisa berupa sangsi penjara dan sangsi denda.

Undang-undang ini juga melarang situs perjudian online tersebut beriklan di negara Singapura. Larangan beriklan baik online maupun offline. Ini akan mempersempit ruang gerak lembaga perjudian online.

Situs judi online dalam negeri tidak terkena Larangan Judi Online. Situs ini masih diperkenankan untuk manjalankan bisnisnya di Singapura. Tentu saja dengan beberapa peraturan yang berlaku. Perusahaan perjudian online ini haruslah bersifat lembaga non profit.

Keuntungan dari perjudian ini akan disalurkan untuk berbagai kegiatan sosial dan kegiatan amal. Perjudian yang dilegalkan oleh negara pada jenis pacuan kudan kegiatan olah raga yang diatur dalam peraturan yang ketat.

Lalu bagaimana dengan Negara kita? Masalah penjudian yang selalu ada pada msyarakat baik di desa maupun di kota. Kegiatan ini sesungguhnya sudah menjadi hal yang dilarang dinegara kita, hanya saja masih banyak yang melakukannya secara sembunyi-sembunyi.

Perjudian dinegara kita  dilarang, termasuk di dalamnya larangan permainan  judi online. Larangan judi online terdapat dalam kitab undang-undang baik pidana maupun perdata.  Hal ini seharusnya bisa membuat para penjudi jera.

Sangsi hukum yang di kenakan pada pemain judi ini diantaranya sangsi penjara selama sepuluh tahun dan denda sebesar dua ouluh lima juta rupiah. Ini tercantum dalam kitab hukum pinana pasal 303, ayat satu.

Larangan dan sangsi perjudian juga terdapat dalam undang-undang nomor 11, tahun 2008. Terdapat  juga pada Pasal 27 UU ITE (informasi dan transaksai Elektronik). Sehingga sangsi yang menunggu para penjudi sudah jelas dan bisa membuat kapok begitu pula para bandar.

Sangsi untuk para penjudi yang diberikan tidaklah ringan, ini bertujuan agar para pelakunya jera dan tidak melakuannya kembali. Oleh karena itu hindari judi karena Larangan judi online dan judi pada umumnya berlaku di semua negara.